Artikel Pendidikan
|
Gambar Pilihan Minggu ini
Agenda Kegitan
-
Untuk menghilangkan kejenuhan bekerja dan mengakrabkan silaturrahmi, kami keluarga besar a... (Read More)
-
Untuk meningkatkan kwalitas guru dalam menunjang kegiatan belajar mengajar renacananya tan... (Read More)
-
Sambil mengisi kekosongan hampir semua unit (TK, SD, SMP, SMA, SMK dan unit yang lain) men... (Read More)
-
Rapat kerja yayasan almuslim akan dilakasanakan pada tanggal 22 - 25 juni 2009... (Read More)
|
|
Manajemen Sekolah dalam upaya mengatasi perubahan |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 18 June 2009 |
|
Dalam kehidupan modern sekarang ini,
pendidikan dihadapkan pada berbagai tantangan perubahan yang sangat cepat dan kadang-kadang kehadirannya sulit diprediksikan, sehingga menuntut setiap organisasi untuk dapat memiliki kemampuan antisipatif dan adaptif terhadap berbagai kemungkinan sebagai konsekwensi dari adanya perubahan. Begitu pula dengan sekolah, sebagai institusi yang bergerak dalam bidang jasa pendidikan akan dihadapkan pada berbagai tantangan perubahan. Ketidakmampuan sekolah dalam mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, lambat laun akan dapat menimbulkan keterpurukan sekolah itu sendiri, dan habis ditelan oleh perubahan. Bentuk sikap antisipatif dan adaptif ini dapat dilakukan melalui upaya untuk melaksanakan perbaikan secara terus-menerus dalam proses manajemen. Jika kita mengacu pada konsep Total Quality Manajemen, maka upaya perbaikan secara terus menerus dalam proses manajemen di sekolah menjadi kebutuhan organisasi yang sangat mendasar. Dalam hal ini, Gostch dan Davis (Sudarwan Danim 2002:102) mengemukakan bahwa salah satu kaidah dalam mengaplikasikan TQM adalah adanya perbaikan kinerja sistem secara berkelanjutan. Untuk itu, kegiatan evaluasi dan riset menjadi amat penting adanya. Dengan melalui kegiatan evaluasi dan riset ini akan diperoleh data yang akurat untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan usaha inovatif organisasi dan penyesuaiaian-penyesuaian terhadap berbagai perubahan. Berbicara tentang sikap antisipatif ini, kita akan diingatkan pula dengan konsep budaya organisasi yang adaptif yang dikemukakan oleh Ralph Klinmann bahwa budaya adaptif merupakan sebuah budaya dengan pendekatan yang bersifat siap menanggung resiko, percaya, dan proaktif terhadap kehidupan individu. Para anggota secara aktif mendukung usaha satu sama lain untuk mengidentifikasi semua masalah dan mengimplementasikan pemecahan yang dapat berfungsi. Ada suatu rasa percaya (confidence) yang dimiliki bersama. Para anggotanya percaya, tanpa rasa bimbang bahwa mereka dapat menata olah secara efektif masalah baru dan peluang apa saja yang akan mereka temui. Kegairahan yang menyebar luas, satu semangat untuk melakukan apa saja yang dia hadapi untuk mencapai keberhasilan organisasi. Para anggota ini reseptif terhadap perubahan dan inovasi. Rosabeth Kanter mengemukakan bahwa jenis budaya ini menghargai dan mendorong kewiraswastaan, yang dapat membantu sebuah organisasi beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, dengan memungkinkannya mengidentifikasi dan mengeksploitasi peluang-peluang baru. (John P. Kotter dan James L. Heskett: 17- 49). Dengan demikian, sikap antisipatif dan adaptif terhadap perubahan seyogyanya menjadi bagian dari budaya organisasi di sekolah, yang ditunjukkan dengan upaya melakukan berbagai perbaikan dalam proses manajemen. Berkenaan dengan perbaikan pada proses manajemen. Ross (Sudarwan Danim, 2002:121) mengetengahkan tentang perubahan kultural dari kultur tradisional ke budaya mutu, yang mencakup 4 fokus, sebagaimana tampak dalam tabel berikut ini: | Focus | From Traditional | To Quality | | Plan | Sort range budget | Future Strategic Issue | | Organize | Hierarchi chain of command | Participant/Empowerment | | Control | Variance Reporting | Quality Measure and Information or Self Control | | Communication | Top Down | Top Down and Bottom Up | | Decisions | Ad Hoc/ Crisis Management | Planned Change | | Functional Management | Parochial, Competitive | Cross functional, Integrative | | Quality Management | Fixing/One Short Manifacturing | Preventive, Continous, functions, and Process | Dikutip Oleh : AKhmad Sudrajat, M.Pd |
|
Last Updated ( Friday, 19 June 2009 )
|
Artikel Manjemen Pendidikan
Internet Dan Pendidikan
Awal dari milenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia. Kunci utama yang memicu akan timbulnya harapan baru tersebut berjalan kearah desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, dan pemberdayaan sekolah serta masyarakat untuk mempengaruhi hasil (outcomes) sekolah, juga kesatuan tujuan-tujuan dari semua sektor pendidikan. Dimasa lalu telah dibentuk sistem komunikasi yang efisien dan efektif untuk menyebarkan informasi ke berbagai semua sektor di kalangan pendidikan. Desentralisasi pendidikan akan membutuhkan paradigma dan peran baru untuk administrasi pendidikan
|
|
Profile Kita Minggu ini
Ketua Badan Pendiri Yayasan almuslim Yang begitu konsen tentang pendidikan yang ada sekarang ini, untuk lebih jelasnya kita lihat pandangan beliau tetang pendidikan Read More...
Kata Bijak
|
"Dirikanlah shalat sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar" |
Right Module Position
Mauris mattis. Donec pretium. Fusce rhoncus tincidunt ipsum. Maecenas risus quam, condimentum vulputate, mollis vitae, condimentum pellentesque, mauris.
|